Mengapa? (1)

ditulis oleh: AMANGAS.ART

Cahaya putih nan silau memenuhi penglihatan, kukira nyawa ini telah melayang terbang ke tempat asal. Namun, kaki ini tetap bisa dirasakan dan dilangkahkan, terus menerus dan tetap bugar dan nyaman pula badan ini. Tetap melangkah maju tanpa memikirkan apa yang terjadi, meskipun rasa bimbang lagi bingung menghantui pikiran dan perasaanku saat ini.

Semakin kabur dan jelas penglihatan dari mata yang amat berharga ini, terlepas dari cahaya silau yang membingungkan tadi. Lega dan plong rasanya, mampu terlepas dari tekanan batin dan dentuman jantung yang berdetak kencang, membuat suasana sekarang terasa semakin care dan bisa dinikmati, untuk sementara waktu.

Terlebih pemandangan indah yang mempesona kuapandang sekarang tapi, gruuuuuuuuk……., gruuuuuuuuuuk………, haaaaaaaaaaaa……………. Terdengar suara raungan keras yang membuat tanah sekitar bergetar pelan mengikuti alunan suara keras yang terus terngiang-ngiang di gendang telinga dan disekujur tubuh ini.

Rasa takut, takjub, kagum, dan heran menyelimutiku. Dimana? dan apa yang terjadi disini? semua pertanyaan di kepalaku dan apa yang terjadi sekarang makin tidak masuk akal dan keluar dari nalar. Kulihat monster berkepala maha banyak, yang kemungkinan sembilan ratusan. Sempat aku tertawa dalam benak, melihat kepalanya yang amat sangat banyak, yang lebih terlihat seperti gerombolan lalat yang melayang terbang di atas tumpukan sampah basi. Tapi, serangan yang dilancarkan dan diarahkan padaku sungguh cepat dan mendebarkan. Setiap kepalanya satu per-satu menghantam tempat ku berpijak. Kulihat keatas bak hujan air besar. Yang membingungkan lagi, diriku terasa bergerak sangat cepat dan lincah, menghindar dari setiap hantaman yang ada, hampir semuanya kuhindari dengan sempurna, tapi ketika kakiku berpijak untuk sekian kalinya, ada sebuah kulit pisang yang entah dari mana datangnya dan muncul secara tiba-tiba, yang mebuat kakiku terpeleset dan keseimbanganku kacau. Satu kepala monster mengarah padaku dengan cepat, hanya senyuman sinis dan menjijikan yang dapat kunikmati sebentar dari pemandangan itu.

Buuuum……

 “ahhhhhhhhhh…….” Aku terbangun dari mimpi.

Semua yang barusan terjadi hanyalah sebuah mimpi belaka. Aku terbangun dari mimpi yang sangat buruk. Aku merasa aneh karena perasaan dan suasana disini sama seperti yang ada di mimpi. kulihat sekitar sejenak, dan kupikir-pikir sekali lagi, hidup ini terasa tidak beres, ia menolak keberadaanku, namun pikiranku menolak semua ini.

Terbesit dipikiranku untuk sekolah. Kulihat jam menunjukkan pukul 06.55 WIB. Akhirnya, kuaktifkan mode fast running karena mungkin aku sudah sangat terlambat. Dari rumah dan di sepanjang jalan, aku merasakan hal aneh yang sedang terjadi, tapi entah apa itu. 

Sampailah aku di sekolah. di depan sekolah tertulis “SMA TEKHNOLOGI LAMONGAN” dengan huruf yang besar. dari kejauhan terlihat gerbang yang kosong dan tanpa penjagaan. Akhirnya, kutelusuri dan sampailah aku di depan pintu kelas yang kedua daun pintunya tertutup. Kelas itu terletak di lorong yang luas. entah mengapa diriku dan langkah ini mengarah kesini. Kenapa sekolah ini? Mengapa di sepanjang perjalanan, aku tak menjumpai seorangpun lewat, tidak pula orang yang berdiri atau duduk di sepanjang jalan yang kulewati. Perasaan ini campur aduk, sangat susah untuk dijelaskan. Tidak dalam wujud apapun. Yang kulihat dan satu satunya yang menjadi tujuanku berikutnya adalah dapat menjelaskan keadaan aneh ini. Dan hanya pintu tertutup inilah jawaban atas semua misteri. Bersambung . . . .

Sebarkan lewat:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Assalamualaiku Wr. Wb !

Silakan Hubungi Kami..

× Assalamu'alaikum...