Mengapa? (3)

ditulis oleh: AMANGAS.ART

…………… sambungan cerbung mengapa? (2)

Seluruh mayat yang bergeletakan dan berserakan dimana-mana awalnya mungkin adalah seseorang yang awam seperti diriku, dan diriku masuk kedalamya sekarang. Kulihat sekali lagi kearah siswi tadi, bagian terakhir diambil bu guru tadi, berkali-kali ia menjatuhkan mata pisau dengan kejam ke siswi tadi berkali-kali. Jeritan pun semakin lemah kudengar, kasihan dan takut menyelimuti nyali laki-laki yang menempel erat di diri ini.

Setelah selesai mengeksekusi, dengan tenangnya ia pergi ke siswa di sisi lain kelas yang berbeda, kemudian melontarkan pertanyaan yang sama.

“wahai murid teladanku, hasil dari jeritan dan penderitaan adalah?” Lagi-lagi ia memasang muka yang menggelikan.

“eeemmmmmmm………, pembuktian.” Rasa takut pasti telah menguasai dirinya, terlihat dari pandangan pasrah nan kosong terlihat.

Apa yang mereka rasakan akan aku rasakan selanjutnya juga. Rasa panik dan takut yang menguasai diriku pastinya akan si-sia. Semua akan berakhir menjadi mainan lego. Satu-satunya cara hanyalah melawan balik dan mengubah semuanya.

Kutarik nafas dalam-dalam, kusiapkan kepalan tangan yang kuat dan fisik yang siap baku hantam. Kuambil langkah pertama langsung dengan kecepatan exstra, berlari kearah salah satu penjagal dan kulepaskan tinju “Tyson” terbaikku tepat di kepalanya. Untungnya, lengan siswa ini masih bisa terselamatkan. Setelah tenagaku terkuras banyak karena usaha yang berhasil tadi, kulakukan rencana berikutnya. Kuambil salah satu pisau itu dan kutebaskan ke arah jagal lainnya.

Aku merasa lega, tekadku menemani kemenangan kecilku. Tapi, seketika tubuh ini terasa sangat sakit di bagian dada, rasa sakit yang terus bertambah. Kulihat kearah guru itu, menodongkan tanganya seraya mengeluarkan ilmu magis yang ternyata ia adalah Mahou.

Dua siswa yang kuselamatkan tadi tak terlihat ada gerakan ingin membantu dan melawan, membiarkanku kesakitan di depan mereka. Mulut ini tidak bisa dibuka, tenggorokan dan organ lainya seperti tercincang-cincang di dalam. Maka, meminta tolong dan melawan balik adalah hal mustahil bagiku sekarang.

Rasa sakit ini berpusat di dada bagian dalam. Rasanya, jantung dan dada ingin meledak, dan seluruh celah dalam tubuhku ingin mengeluarkan darah yang mengalir deras.

Buuuuuuum……….

Mungkin yang kulihat sekarang adalah alam akhir, yang sebenarnya cahaya putih nan silau memenuhi penglihatan, semakin samar dan jelas apa yang kulihat sekarang, akhirnya aku merasakan syurga yang kutunggu-tunggu.

“ehh, ibu, ayah, yui, kak mila, semuanya, kenapa kalian ada disini?” batinku.

“Kenapa aku mengenal mereka? kenapa mereka ada disini juga, di alam yang seharusnya aku sendiri?” tanyaku dalam hati.

“kiki, nak bangun nak” panggil seorang wanita berkerudung itu dengan nada yang lembut. 

“ibu kangen denganmu nak, tolong jangan pergi terlalu jauh lagi” peluk wanita itu dengan isakan tangis di pundakku.

Kulihat sekeliling, mereka semua menangis terharu di depanku. Entah apa yang terjadi dengan mereka dan kenapa. 

“mengapa aku merasa mengenal mereka?” tanyaku kembali dalam hati.Tiga hari berlalu semenjak aku membuka mataku di pembaringan ruangan yang serba putih. Kulalui hidup ini dengan mempelajari dan memahami apa yang telah terjadi selama ini. Dari sana aku tersadar, bahwa aku adalah seorang anak berumur tujuh tahun yang koma akibat kecelakaan bus lima bulan lalu. Dan anehnya, yang nampak nyata kulalui selama ini hanyalah mimpi belaka. Aku bersyukur, aku bermimpi aneh. Paling tidak, mimpi mengerikan itu telah membuatku tersadar dan melihat orang-orang tersayangku, orang tua serta keluargaku.

Sebarkan lewat:

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Assalamualaiku Wr. Wb !

Silakan Hubungi Kami..

× Assalamu'alaikum...